SINERGI PEMERINTAH KECAMATAN LAWANG DAN YBM PLN DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI PENYANDANG DISABILITAS
Implementasi Inovasi Pelayanan Publik Inklusif "ULD Lawang Peduli" Semakin Diperkuat Melalui Bantuan Sarana Produksi dan Pendampingan Usaha
LAWANG – Pemerintah Kecamatan Lawang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan melalui inovasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Lawang Peduli. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Pusmanpro II, PLN UPMK II, dan LINKSOS dalam kegiatan Penyerahan Bantuan Sarana Produksi dan Pendampingan Usaha Kelompok Usaha Bersama (KUC) Difabel, yang diselenggarakan pada Senin (14/7/2026) di Kecamatan Lawang.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial dalam memperluas akses pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas. Melalui dukungan sarana produksi, pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas pemasaran, diharapkan para pelaku usaha difabel mampu meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pemasaran, serta mewujudkan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari para pemangku kepentingan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Dra. Pantjaningsih Sri Redjeki, M.M., yang berhalangan hadir, diwakili oleh Kepala Tim Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Malang, Mulyadi. Selanjutnya dilaksanakan prosesi simbolis penyerahan bantuan sarana produksi dan pemasangan celemek kerja kepada lima perwakilan pelaku usaha difabel yang berasal dari Kecamatan Lawang, Kecamatan Pagelaran, Kota Malang, dan Kota Batu. Para penerima manfaat merupakan pelaku usaha di bidang kerajinan keset dan batik yang selama ini telah menunjukkan semangat berwirausaha secara mandiri.
Dalam sambutannya, Camat Lawang, Nur Soleh Hidayat, S.STP., M.M., menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Melalui inovasi ULD Lawang Peduli, kami berkomitmen memastikan tidak ada satu pun penyandang disabilitas yang tertinggal dalam memperoleh akses terhadap pelayanan publik, hak administrasi kependudukan, bantuan sosial, pendidikan, maupun kesempatan ekonomi. Bantuan yang diserahkan hari ini bukan sekadar alat kerja, tetapi merupakan investasi untuk membangun kemandirian, meningkatkan produktivitas, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan daerah," ujar Camat Lawang.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada YBM PLN, PLN UPMK II, LINKSOS, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan nyata terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan yang inklusif hanya dapat terwujud melalui kemitraan yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Mewakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Mulyadi menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan sinergi yang telah dibangun Pemerintah Kecamatan Lawang melalui inovasi ULD Lawang Peduli.
"Kolaborasi seperti ini merupakan contoh baik bagaimana seluruh elemen dapat bergotong royong memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Kita tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kapasitas dan kepercayaan diri mereka agar mampu mandiri, produktif, serta menjadi bagian penting dalam pembangunan masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua YBM PLN Pusmanpro II, Nurul Hudha, menyampaikan bahwa program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas merupakan bagian dari komitmen YBM PLN dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat.
"Kami berharap bantuan sarana produksi, pelatihan, serta pendampingan pemasaran ini mampu menjadi stimulus bagi berkembangnya usaha para penyandang disabilitas. Semoga produk-produk seperti kerajinan keset dan batik yang mereka hasilkan semakin dikenal masyarakat luas, memiliki daya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga," tuturnya.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan sesi pembekalan mengenai strategi pemasaran produk, pengembangan usaha, serta penguatan jejaring pemasaran bagi para pelaku usaha difabel. Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penerima manfaat dalam mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus mempertegas implementasi inovasi ULD Lawang Peduli sebagai model pelayanan publik yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan administratif, tetapi juga mendorong pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas melalui pendekatan pemberdayaan sosial, ekonomi, pendidikan, dan aksesibilitas layanan secara terpadu.
Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, Pemerintah Kecamatan Lawang berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin inklusif, memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas, serta mewujudkan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berkeadilan.



Komentar
Posting Komentar